
Setelah kurang lebih 12 hari sepulang dari China dan menyempatkan diri menyepi berada di alam pedesaan, akhirnya ada pertunjukkan hiburan rakyat yang lumayan menghibur orang banyak di pedesaan. Hiburan rakyat tersebut adalah pertunjukan kuda lumping yang bisa makan beling (kaca).
Biasanya kuda lumping dikendarai oleh “orang yang sedang tidak sadar”, sehingga mampu melakukan hal-hal diluar kewajaran, seperti mampu makan beling (kaca) bagai makan kerupuk saja. Saat kondisi ”tidak sadar” tersebutlah yang justru menjadi perhatian yang menarik bagi para penonton karena dapat melakukan hal-hal diluar kewajaran, sampai kedua anak saya takut-takut tapi penasaran, takut menonton tapi penasaran sekali ingin menonton, akhirnya kedua anak saya hanya berani menonton dari kejauhan.
Namun jika pengendara kuda lumping “sudah sadar” maka pertunjukan tersebut akan berakhir dan sang kuda lumping siap masuk kedalam peti kotak untuk disimpan menunggu pertunjukkan yang akan datang.
Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa orang berada dalam kondisi ”tidak sadar” sehingga rasa takut dan rasa malu bisa hilang, demikian juga rasa percaya diri dan rasa optimisme menjadi muncul sedemikian drastisnya, sehingga dalam kondisi “tidak sadar” tersebut bisa muncul kekuatan yang luar biasa. Diantara beberapa hal yang membuat orang “tidak sadar” adalah :
1. Mimpi yang setinggi langit.
2. Keinginan dan keyakinan yang kuat sekali.
3. Dalam keadaan sangat terpaksa dan terdesak.
Memang ada pendapat yang mengatakan bahwa lebih baik melakukan hal yang luar biasa dengan kesadaran penuh, seperti kata para ahli bahwa dalam diri kita ada raksasa yang harus dibangunkan, namun biasanya raksasa tersebut akan muncul dan bangun dalam kondisi diri kita yang sedang “tidak sadar”. Bersyukurlah bagi sebagian orang yang mampu membangunkan raksasa dalam dirinya yang bisa dibangunkan dalam kondisi kesadaran penuh.
Dalam sejarahnya bisa kita pelajari bahwa beberapa orang besar dalam upayanya membangkitkan raksasa yang ada dalam dirinya melakukannya dengan cara melalui menyepi (khalwat), melalui mimpi dan ada beberapa kejadian luar biasa yang terjadi mengiringi orang besar tersebut diluar kesadaran manusiawi, sehingga kejadian luar biasa tersebut bisa disebut sebagai keajaiban. Dan sesuai pendapat ahli bahwa kita bisa memandang dunia dari sisi serba luar biasa atau biasa-biasa saja semuanya dikembalikan kepada diri kita masing-masing dalam memandangnya.

Setelah sekitar 4,5 jam saya berada di pesawat Garuda yang take off dari bandara Guangzhou China, akhirnya saya menginjakkan kakinya di bandara Sukarno Hatta Jakarta Indonesia. Sebuah sambutan yang hangat dari pak Harmanto dan mas Bayu, setelah sebelumnya beliau berdua satu jam lalu mengantar mas Bambang Triwoko yang pulang ke Jogja.
Sayang sekali saya tidak sempat bertemu dengan mas Bambang Triwoko untuk sekedar bersilaturrahmi dan berkangen ria. Malam itu juga di rumah pak Harmanto kami ngobrol banyak hal dengan bu Aning dan mas Isdiyanto.
Hari pertama ngantor di Cempaka Mas lumayan melelahkan, dilanjutkan hari kedua berkunjung ke pabrik garment di Bogor, dan tibalah saatnya saya pulang menuju Tegal Jawa Tengah, dimana anak dan istri saya tinggal di sebuah desa yang asri yaitu desa Jatibogor Suradadi Tegal.
Dengan sangat terpaksa saya harus beradaptasi lagi dengan suasana Jakarta dan suasana sebuah desa, betapa suasana yang sangat kontras, termasuk saya beradaptasi cuaca dan rasa makanan yang tentunya berbeda dengan di China.
Sebuah kedamaian saya rasakan ketika memasuki suasana desa di Jatibogor Suradadi Tegal, istri saya dengan semangatnya menceritakan hasil investasi sawahnya, setelah sebelumnya saya melihat hijaunya sawah membentang sehingga terlihat jauh di arah selatan gunung Slamet berdiri megah.
Dan seperti biasanya pagi hari anak-anak berpamitan berangkat ke sekolah setelah sebelumnya saya memberikan vitamin A, vitamin D, vitamin B, vitamin C dan vitamin K kepada anak-anak, sebuah istilah yang saya tanamkan untuk anak-anak, bahwa vitamin A adalah asupan kasih sayang, vitamin D adalah dukungan dari hati ke hati, vitamin B adalah berpelukan, vitamin C adalah ciuman pipi dan vitamin K adalah kata-kata lembut saat kami berkomunikasi.
Sore hari setelah maghrib anak-anak saya biasanya berpamitan untuk belajar mengaji di sebuah musholla kecil di dekat rumah kami, sungguh sebuah nutrisi hati yang sangat menyenangkan dan menyehatkan. Anak-anak dan istri saya begitu bergembira setelah oleh-oleh yang saya bawa dari China dibuka bersama-sama.
Dulu saya pernah membawa anak-anak dan istri saya tinggal di Jakarta Barat, namun istri dan anak-anak saya tidak betah dengan suasana Jakarta, sehingga hanya bertahan 6 bulan lamanya, kemudian saya boyong kembali ke desa kami yang asri.
Dan untuk saat ini saya juga tidak tega membawa anak-anak dan istri untuk ikut tinggal di China, walaupun saya sudah disarakan oleh kantor untuk membawa keluarga saya ke China. Alhamdulillah dari desa Jatibogor saya masih bisa berkomunikasi dengan internet untuk koneksi data dari kantor Jakarta dan kantor China, termasuk membaca email, ber YM ria dan browsing.
Saya berharap di dalam memori anak-anak yang ada adalah sebuah kedamaian yang sebenarnya, sebab bagi saya usia the golden age adalah usia yang sangat penting bagi anak-anak saya untuk bekal menghadapi kehidupan mereka di masa yang akan datang. Terimakasih Tuhan, kami bersyukur telah dikarunia kekayaan yang luar biasa disamping kekayaan yang lainnya.

Kesadaran orang Hongkong ketika terkena influenza sangat tinggi, biasanya saat mereka terkena flu maka dengan kesadaran sendiri mereka akan menggunakan penutup hidung dan mulut. Tujuannya disamping agar tidak menularkan kepada orang lain juga agar udara bersih bisa tersaring melalui hidung dan mulutnya yang ditutupi oleh penutup hidung dan mulut.
Diam adalah emas bisa menjadi peribahasa yang sangat bagus ketika sebuah ucapan kita sudah tidak dapat dikontrol lagi, berikut beberapa point yang menurut saya masuk kategori ucapan yang harus kita kontrol, yaitu :
1. Membicarakan gossip.
2. Ghibah yaitu membicarakan kejelekan orang lain.
3. Mengomentari urusan pribadi orang lain (mau tahu urusan orang lain saja).
4. Komentar yang tidak bertanggung jawab (surat kaleng).
5. Pembicaraan yang tidak membawa manfaat seperti keluhan dan makian.
6. Diskusi yang mengarah pada perdebatan yang emotional sampai ada yang kontak fisik.
7. Dalam diskusi dan dialog memaksakan kehendak dan merasa paling benar sendiri.
Dulu waktu saya belum menikah, beberapa orang selalu menanyakan dengan pertanyaan yang sama yaitu “kapan kamu nikah ?”, dan ada beberapa contoh pertanyaan yang sering menggaggu privacy orang lain, contoh ; manager kok HPnya jelek, kok belum punya anak sih, kok jalan kaki sih, kok rumahnya masih jelek, kok bajunya jelek, hai lihat tuh orang itu tampangnya jelek, hai lihat tuh orang miskin pakai sepeda ontel, sarjana kok dagang sih nggak kerja kantoran saja dan lain sebagainya yang menurut saya sebenarnya omongan tersebut tidak produktif, begini salah begitu salah dan selalu mendapatkan komentar yang negatif.
Dan yang aneh semua itu hanya sekedar omongan tanpa solusi untuk memberikan way out, dan itulah kepuasan atau kenikmatan mulut yang berasal dari lidah dan hati yang tidak dikontrol dalam melakukan komunikasi.
Dalam menghadapi kondisi seperti itu biasanya saya lebih memilih diam, karena attitude susah dirubah dalam waktu yang cepat, butuh proses yang panjang untuk menyentuh kesadarannya. Dan orang bijak juga pernah menyampaikan apabila tidak bisa bicara kebaikan lebih baik diam.
Karena pembicaraan kita bisa menginfluence orang lain dan orang bijak selalu mengatakan bahwa pembicaraan adalah mencerminkan isi otak dan hatinya. Dan ada saatnya lebih baik kita diam menutup mulut dengan kesadaran kita sendiri, seperti kesadaran orang Hongkong untuk menutup hidung dan mulutnya dengan kain penutup, agar influenzanya tidak menularkan kepada orang lain dan bisa menghalangi udara kotor masuk kedalam hidung dan mulutnya.
Ada saatnya saya juga harus diam daripada terjebak kepada omongan, diskusi, komentar dan pembicaraan yang tidak produktif. Dan kalaupun tulisan-tulisan di web saya tidak membawa manfaat saya minta maaf dari ketulusan hati para pembaca. Jika ada saran dan kritik silahkan disampaikan dengan cara yang semestinya, bukankah kita mengenal proses belajar.
Menurut pendapat saya dalam komunikasi kita harus memberikan feed back yang baik, mengingat ide si pengirim dan persepsi si penerima bisa berbeda yang akhirnya menghasilkan perbedaan pendapat, wajar karena adanya perbedaan latar belakang pendidikan, perbedaan wawasan, perbedaan pengetahuan, perbedaan pengalaman, perbedaan lingkungan sosial, perbedaan kecerdasan dan perbedaan lainnya. Sekalian kita bisa belajar untuk bisa menerima perbedaan sebagai dinamika kehidupan selama tidak menyinggung dan mencampuri urusan wilayah pribadi kita termasuk yang prinsipil dan selama tidak menganggu wilayah prinsip-prinsip lingkungan sosial yang sudah disepakati sebagai kebenaran umum secara luas.
Bagi saya saran dan kritik adalah bentuk kepedulian para pembaca terhadap tulisan-tulisan saya di web, namun kita semua sudah tahu bahwa jika kebaikan disampaikan dengan cara yang kurang baik dan caranya tidak tepat maka hasilnya bisa menjadi tidak produktif. Mungkin ada saatnya lebih baik saya memilih untuk action, action dan action pantang menyerah dengan tidak memperdulikan komentar negatif, walapun influence saya baru hanya bisa untuk lingkungan keluarga dan lingkungan sekitar.
Halaman Berikutnya »